Implementasi Nasihat “Tentang Beribadah” Berdasarkan Surat Ibrani 10:19–25 Bagi Remaja Pemuda Gereja Kristen Oikumene Faomasi Cimahi Jawa Barat

Astria Gempita Fau, Matius I Totok Dwikoryanto, Hestyn Natal Istanatun

Abstract


Changes in the dynamics of youth worship in the digital age show a decline in spiritual depth, a weakening of discipline in worship attendance, and a shift in youth interest towards more entertainment-oriented forms of worship. This condition is reinforced by the introduction of digital technology and artificial intelligence, which shape the mindset and spiritual behaviour of young people, preventing their theological understanding from developing optimally. In addition, the lack of biblical-based faith formation makes it difficult for adolescents to internalise the true meaning of worship. The phenomenon of increasing dependence on digital worship and passive involvement of adolescents in church communities emphasises the urgency of this research. This study aims to formulate the implementation of advice on worship based on Hebrews 10:19–25 for the worship training of young people at the Oikumene Faomasi Cimahi Christian Church. The research method used is a qualitative-descriptive approach with exegetical analysis of biblical texts and a contextual study of adolescent development. The results of the study indicate that youth worship needs to be built through a correct theological understanding, strengthening of faith identity, and commitment to the church community. The implementation of the advice in Hebrews 10:19–25 provides a strong doctrinal basis for worship training oriented towards maturity in faith. This study concludes that youth worship development must be holistic, contextual, and responsive to the spiritual needs of the digital generation.

Abstrak

Perubahan dinamika ibadah remaja pada era digital menunjukkan terjadinya penurunan kedalaman spiritual, melemahnya disiplin kehadiran beribadah, serta bergesernya minat remaja kepada bentuk ibadah yang lebih bersifat hiburan. Kondisi ini diperkuat oleh masuknya teknologi digital dan kecerdasan buatan yang membentuk pola pikir dan perilaku spiritual remaja sehingga pemahaman teologis mereka tidak berkembang secara optimal. Selain itu, kurangnya pembinaan iman yang berbasis biblika membuat remaja mengalami kesulitan menginternalisasi makna ibadah yang sejati. Fenomena meningkatnya ketergantungan pada ibadah digital dan keterlibatan pasif remaja dalam komunitas gereja mempertegas urgensi penelitian ini. Penelitian ini bertujuan merumuskan implementasi nasihat tentang beribadah berdasarkan Ibrani 10:19–25 bagi pembinaan ibadah remaja Gereja Kristen Oikumene Faomasi Cimahi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif-deskriptif dengan analisis eksegetis teks Alkitab dan kajian kontekstual perkembangan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibadah remaja perlu dibangun melalui pemahaman teologis yang benar, penguatan identitas iman, dan komitmen terhadap komunitas gereja. Implementasi nasihat Ibrani 10:19–25 memberikan dasar doktrinal yang kuat bagi pembinaan ibadah yang berorientasi pada kedewasaan iman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan ibadah remaja harus bersifat holistik, kontekstual, dan menjawab kebutuhan spiritual generasi digital.


Keywords


Ibadah, Ibrani 10:19–25, Remaja, Formasi Iman, Gereja Oikumene.

Full Text:

PDF

References


Antonius Readi Laowo, Ketua Remja-Pemuda Gereja Kristen Oikoumene Faomasi, J. B. (2025). Sabtu, 30 Agustus 2025,Pukul 17.30 WIB.

Baskoro, P. K., & Arifianto, Y. A. (2022). Dampak Pengajaran Guru Sekolah Minggu terhadap Kesetiaan Anak dalam Ibadah Sekolah Minggu. DUNAMOS: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2(2), 67–83. https://doi.org/10.54735/djtpak.v2i2.8

Christimoty, D. N. (2019). Teologi Ibadah dan Kualitas Penyelenggaraaan Ibadah: Sebuah Pengantar. PASCA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen. https://doi.org/10.46494/psc.v15i1.62

Darmaputera, E. (2001). Pergulatan kehadiran Kristen di Indonesia: teks-teks terpilih Eka Darmaputera. BPK Gunung Mulia.

Emmanuel, G., & Delaney, H. (2013). Keeping Faith: Factors Contributing to Spiritual Transformation, Identity, and Maturity in Adolescents. Advances in the Study of Information and Religion, 3(1), 4. https://doi.org/10.21038/asir.2013.0003

Geraldi, A., Marbun, P., Gunawan, D. A. P., & others. (2022). Implementasi Makna Teologis Persekutuan dalam Praktik Ibadah Virtual Masa Kini: Refleksi Teologis Ibrani 10: 19-25. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 5(1), 13–28.

Hasugian, H. (2024). Peran Orang Tua dalam Mengatasi Degradasi Iman Remaja Kristen di Era Teknologi. Vox Divina: Jurnal Teologi & Pendidikan Kristen, 2(2), 54–78.

Herman, S. (2023). Strategi Unggul Konseling Pastoral pada Remaja dalam Hubungan Percintaan. Jurnal Apokalupsis, 14(2), 134–155.

Juntak, R. A. B., Tarihoran, N., & Harianja, T. (2025). Pembinaan Remaja Oleh Gereja Berdasarkan Amsal 22:6 Sebagai Upaya Pencegahan Kenakalan Di Era Modern. Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 4(3), 4694–4710. https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/2335

Laana, D. L., & Wang, S. (2023). Pemahaman Tentang Makna Ketaatan Beribadah Berdasarkan Ibrani 10:22-25. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, Dan Pendidikan, 7(2). https://doi.org/10.51730/ed.v7i2.151

Langi, Y. P. S. (2024). Analisis Pendampingan Pastoral bagi Remaja yang Menggunakan Gadget saat Mengikuti Ibadah di Gereja Toraja Jemaat Sima. Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Toraja.

Ma’rof, A. A., & Abdullah, H. (2025). Faith in the Digital Era. Advances in Computational Intelligence and Robotics Book Series, 227–258. https://doi.org/10.4018/979-8-3373-2170-7.ch009

Matondang, S. (2018). Memahami Identitas Diri Remaja dalam Kristus Menurut Efesus 2:1-10. ILLUMINATE: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 105–124. http://sttbaptis-medan.ac.id/e-journal/index.php/illuminate/article/view/2

Pailang, H. S., & Palar, I. B. (2012). Membangun Spiritual Remaja Masa Kini Berdasarkan Amsal 22 : 6. Jurnal Jaffray, 10(1), 59–65. https://doi.org/10.25278/jj71.v10i1.63

Pasaribu, L. M. (2025). Ibadah sebagai Identitas: Antara Liturgi dan Aksi dalam Ibrani 10: 19-25. Collecta: Journal of Theology and Christian Tradition, 2(1), 38–57.

Pdt. Agustina Nduru, selaku Pendeta Gereja Kristen Oikoumene Faomasi Cimahi, J., & Barat. (2025). Kamis, 28 Agustus 2025.Pukul 16.00 WIB.

Pdt.Fatinaro Harefa, Gembala Gereja Kristen Oikoumene Faomasi Cimahi, J. B. (2025). Pukul 19.30 WIB Senin, 25 Agustus 2025.

Putri, A. P., Diana, R., & Enjelita, F. (2025). Strategi Gereja dalam Mengembangkan Komunitas Digital sebagai Sarana Pembinaan Pemuda. Proceeding National Conference of Christian Education and Theology, 3(1), 64–76.

Rumbiak, A. (2020). Teologi Ibadah Dan Spiritualitas Generasi Milenial: Worship Theology and Spirituality of the Millennial Generation. Jurnal Teologi Amreta, 3(2), 64–100. https://jurnal.sttsati.ac.id/index.php/amreta/article/view/32%0Ahttps://jurnal.sttsati.ac.id/index.php/amreta/article/download/32/32

Santoso, R., & Fony, M. Y. (2025). Prespektif Pertemuan Ibadah Ditinjau Dari Ibrani 10: 25. POIEMA: Jurnal Teologi Dan Misi, 2(2), 107–118.

Siahaan, H. E. R., Putri, A. S., Pardede, N., & Sumakul, N. M. (2025). Koinonia sebagai Spiritualitas Persahabatan Lintas Iman: Sebuah Tawaran Konstruktif Teologi Kristen. Jurnal EFATA: Jurnal Teologi Dan Pelayanan, 11(2), 1–19.

Silviani, K., & Liyong, Y. (2025). Iman Dan Teknologi: Antara Kontemplasi Dan Koneksi. Proceeding National Conference of Christian Education and Theology, 3(2), 165–178.

Siregar, A., Purba, Z., Barasa, T., & others. (2024). Tantangan dan Peluang Pendidikan Agama Kristen di Era Digital Untuk Kaum Dewasa. Jurnal Trust Pentakosta, 1(1).

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). ALFABETA, CV.

Sulhan, N. A. A. (2024). Periodisasi Perkembangan Anak Pada Masa Remaja: Tinjauan Psikologi. Behavior, 1(1), 9–36.

Suriadi, H., Sriwahyuni, N., & others. (2025). Problematika Karakter Generasi Muda di Era Digital: Analisis Kritis Terhadap Tantangan Moral dan Sosial di Era Teknologi Informasi. Journal of Social, Educational and Religious Studies, 1(2), 20–37.

Talangitang, M. D. P. Y., Tombeng, I. M., & Karauwan, W. (2025). Analisis Antara Konsep Ibadah Menurut JL Abineno dan Realitas Ibadah Pemuda Gereja Masa Kini. Jurnal Teologi: MUNTEP, 1(1), 27–46.

Tembay, A. E. (2017). Signifikansi Pendidikan Moral dan Spiritual Kristen Bagi Anak Remaja Usia 12-17. Scripta, 4(2), 113–130.

Tison, T., & Djadi, J. (2013). Pengajaran Tentang Ibadah Berdasarkan Surat Ibrani 10:19-25 Dan Implimentasinya Dalam Kehidupan Orang Percaya Pada Masa Kini. Jurnal Jaffray. https://doi.org/10.25278/jj71.v11i1.67

Tong, S. (2018). Ibadah yang Sejati. (Jakarta : Reformed Injii Press, 2007),33.

Uecker, J. E., & McClure, P. K. (2022). Screen Time, Social Media, and Religious Commitment among Adolescents. Sociological Quarterly, 64(2), 250–273. https://doi.org/10.1080/00380253.2022.2089270

Utomo, K. D. M., & Meo, Y. W. B. L. (2025). Analisis Dampak Media Sosial terhadap Proses Pembinaan Hidup Rohani Mahasiswa Generasi Z. Sapa: Jurnal Kateketik Dan Pastoral, 10(2), 162–179.

Wicaksono, S. H. (2022). Ketekunan Beribadah: Interpretasi Ibrani 10: 19-25 dari Perspektif Spiritualitas Pentakostal. Jurnal Antusias, 8(2), 135–144.

Zandroto, O., Halawa, F., & Bambangan, M. (2025). Pentingnya Percaya Kepada Kristus dan Taat Terhadap Firman Allah: Studi Eksposisi Ibrani 2: 1-4. Pengharapan: Jurnal Pendidikan Dan Pemuridan Kristen Dan Katolik, 2(1), 66–83.




DOI: https://doi.org/10.59177/veritas.v8i1.447

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Astria Gempita Fau, Matius I Totok Dwikoryanto, Hestyn Natal Istanatun

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

     

 

Alamat: Jln. Kyai Sono, No. 2, Kelurahan Genuk-Ungaran - Kabupaten Semarang, Prov. Jawa tengah

Publisher: Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Website: https://sttkn.ac.id/