Peran Gembala dalam Kepemimpinan Gereja Ekoteologis: Studi Biblikal Kritis terhadap Mandat Ciptaan

Yohanes Praprowarso, Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi

Abstract


The global ecological crisis, with its numerous natural disasters caused by human actions and policies, challenges the church to re-examine its theological role and responsibility towards God's creation. Church leadership, which has tended to be anthropocentric, has often failed to integrate the mandate of creation as an ethical and theological basis in pastoral practice. As a result, the role of the pastor as a spiritual leader has not been fully understood as that of a steward of creation who is ecologically responsible. The phenomenon of increasing discourse and practice of eco-theology in contemporary churches indicates a new awareness, but this has not been balanced with critical biblical reflection that places the pastor as the main actor of eco-theological leadership. This article aims to analyse the mandate of creation biblically and theologically and to formulate the role of the pastor as a church leader responsible for the sustainability of the relationship between God, humanity, and creation. It uses a qualitative method with a literature study and biblical analysis approach. It can be concluded that based on the mandate of creation, church leadership is understood biblically as an eco-theological calling that places the stewardship of creation as an integral part of pastoral responsibility. Pastors, in a biblical perspective, are positioned as leaders who integrate theology and pastoral praxis to guide the congregation in building right relationships with God, others, and nature. Thus, eco-theological church leadership has significant theological and pastoral implications for the contemporary church in responding to the environmental crisis in a faithful and responsible manner.

Abstrak

Krisis ekologis global dengan banyaknya bencana alam akibat ulah manusia dan kebijakannya menantang gereja untuk meninjau kembali peran dan tanggung jawab teologisnya terhadap ciptaan Tuhan. Kepemimpinan gereja yang selama ini cenderung berorientasi antroposentris sering kali belum mengintegrasikan mandat penciptaan sebagai dasar etis dan teologis dalam praksis penggembalaan. Akibatnya, peran gembala sebagai pemimpin rohani belum sepenuhnya dimaknai sebagai penatalayan ciptaan yang bertanggung jawab secara ekologis. Fenomena meningkatnya wacana dan praksis ekoteologi dalam gereja kontemporer menunjukkan adanya kesadaran baru, namun belum diimbangi dengan refleksi biblikal kritis yang menempatkan gembala sebagai aktor utama kepemimpinan ekoteologis. Artikel ini bertujuan menganalisis mandat penciptaan secara biblikal-teologis dan merumuskan peran gembala sebagai pemimpin gereja yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan relasi antara Allah, manusia, dan alam ciptaan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literature dan analisis  biblikal. Maka dapat disimpulkan bahwa berdasarkan mandat penciptaan, kepemimpinan gereja dipahami secara biblikal sebagai panggilan ekoteologis yang menempatkan pemeliharaan ciptaan sebagai bagian integral dari tanggung jawab pastoral. Gembala, dalam perspektif biblikal, diposisikan sebagai pemimpin yang mengintegrasikan teologi dan praksis pastoral untuk membimbing jemaat membangun relasi yang benar dengan Allah, sesama, dan alam. Dengan demikian, kepemimpinan gereja ekoteologis memiliki implikasi teologis dan pastoral yang signifikan bagi gereja kontemporer dalam merespons krisis lingkungan secara beriman dan bertanggung jawab.


Keywords


gembala, kepemimpinan gereja, ekoteologi, mandat penciptaan, studi biblikal

Full Text:

PDF

References


Ambun, O. F. (2025). 10 Tahun Laudato Si’: Refleksi dan Prospek Teologi Hijau di Tengah Krisis Ekologi Global. AKADEMIKA, 24(2), 89–104.

Anwar Three Millenium Waruwu. (2023). Mengenal Allah melalui Pewahyuan. PASCA : Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 19(1), 59–70. https://doi.org/10.46494/psc.v19i1.232

Aritonang, D. E., Silitonga, R. H., & Hutauruk, D. A. N. (2023). Relasi Alam dengan Eksistensi Manusia Terhadap Krisis Ekologi Berdasarkan Perspektif Filsafat-Teologis. DIEGESIS: Jurnal Teologi Kharismatika, 6(2), 138–155. https://doi.org/10.53547/diegesis.v6i2.489

Budiman, S., Rutmana, K., & Takameha, K. K. (2021). Paradigma Berekoteologi Dan Peran Orang Percaya Terhadap Alam Ciptaan: Kajian Ekoteologi. Jurnal Borneo Humaniora, 4(1), 20–28.

Desy Mahayani Arya, & Beni Chandra Purba. (2024). Penerapan Kepemimpinan Yesus Kristus dan Transformasi Sosial di Gereja. JUITAK: Jurnal Ilmiah Teologi Dan Pendidikan Kristen, 2(2), 51–67. https://doi.org/10.61404/juitak.v2i2.232

Faot, J. (2022). Memahami TUHAN Sebagai Gembala: Suatu Analisis Teologis Dan Komposisi Syair Mazmur 23. Huperetes Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 4(1), 56–67.

Firmansyah, M., & Widyanti, N. N. W. (2025). Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera Bukti Kerusakan Hutan Sistemik, Bukan Sekadar Anomali Cuaca. Kompas.Com. https://lestari.kompas.com/read/2025/12/29/133500786/gelondongan-kayu-di-banjir-sumatera-bukti-kerusakan-hutan-sistemik-bukan?page=all

Hursepuny, J. L., Pugesehan, D. J., & Nanuru, R. F. (2025). Implementasi Program Pengelolaan Lingkungan Hidup di Gereja Protestan Maluku: Kajian Ekoteologis dan Partisipasi Jemaat. Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH), 7(1), 397–406.

Ina, A. T., & Hia, Y. (2025). Pembinaan Jemaat Sebagai Wujud Peran Gembala dalam Membangun Kedewasaan Rohani. Jurnal Budi Pekerti Agama Kristen Dan Katolik, 3(2), 91–112.

Jawakory, P. I., & Wijiati, W. (2025). The Perspective of Applied Ecological Ethics on Cement Industry Development and Environmental Conservation in Relation to Christian Religious Education. JAKADARA: JURNAL EKONOMIKA, BISNIS, DAN HUMANIORA, 4(3), 11–21.

Karlau, S. A. (2022). Penciptaan manusia sebagai representatif Allah untuk mewujudkan mandat budaya berdasarkan Kejadian 1: 26-28. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 5(1), 122–138.

Kiaking, A. E., Haniko, A. P., Darundas, J. C., & Timpua, J. E. (2025). PASTORAL EKOLOGIS: MENJAGA CIPTAAN SEBAGAI TANGGUNG JAWAB IMAN. TENTIRO: Jurnal Pendidikan Dan Kesehatan, 2(1), 18–28.

Kristian, F., Agung, D., Novita, R., Sitorus, B., & Manurung, Y. G. (2024). Peran Gereja dalam Pendidikan Lingkungan : Perspektif Teologi Kristen dan Nilai Pancasila untuk Transformasi Ekologi. 1(1), 1–7.

Kurniawaty, E., Andi, A., Langi, L. R., Tanggulungan, A., & Sari, Y. T. (2024). Teologi Penciptaan dan Tanggung Jawab Lingkungan: Pendekatan Kristen terhadap Krisis Ekologis. HUMANITIS: Jurnal Homaniora, Sosial Dan Bisnis, 2(10), 1494–1505.

Laana, D. L. (2025). Dari Iman Ke Aksi: Ekoteologi Sebagai Dasar Spiritualitas Generasi Muda Kristen Dalam Menghadapi Krisis Iklim. Prosiding Seminar Nasional Teologi, 1, 101–112.

Lay, M. D., & Miru, E. F. (2025). Peran Gereja terhadap Lingkungan Hidup. YADA: Jurnal Teologi Biblika Dan Reformasi, 3(2), 64–78.

Mahdayeni, M., Alhaddad, M. R., & Saleh, A. S. (2019). Manusia dan kebudayaan (Manusia dan sejarah kebudayaan, manusia dalam keanekaragaman budaya dan peradaban, manusia dan sumber penghidupan). Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 154–165.

Mangundap, P. F. (2020). Perilaku Manusia Terhadap Alam Dan Dampaknya Bagi Keutuhan Ciptaan Di Jemaat Gmim Kinamang Kamanga Dua Wilayah Tumompaso Satu. Titian Emas, 1(1), 66–72.

Masinambow, Y., & Kansil, Y. O. (2021). Kajian Mengenai Ekoteologi dari Perspektif Keugaharian. SHAMAYIM: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani. https://doi.org/10.51615/sha.v1i2.20

Ocsilia Imel Patibang, Yunirma, Yoan Putri Kalista,Cristina Midian, M. (2025). Citra Manusia Dalam Teologi Kristen: Sebuah Tinjauan Humanis Terhadap Imago Dei. Jurnal Humaniora, Sosial Dan Bisnis, 3(1), 188–199.

Perangin Angin, Y. H., Yeniretnowati, T. A., & Arifianto, Y. A. (2020). Implikasi Nilai Manusia dalam Praksis Kepemimpinan Menurut Kejadian 1:26-27. MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, 2(1), 47–61. https://doi.org/10.52220/magnum.v2i1.72

Rumahorbo, H. (2020). Keteladanan Tanggung Jawab Yesus Sebagai Gembala Menjadi Dasar Pelayanan Hamba Tuhan Masa Kini. Phronesis: Jurnal Teologi Dan Misi, 3(2), 130–146. https://doi.org/10.47457/phr.v3i2.68

Sengkey, J., & Ratag, L. P. (2025). Menggembalakan Dari Ruang Ibadah Ke Ladang Kehidupan: Kepemimpinan Seperti Kristus Yang Autentik Dan Berdampak. EKKLESIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 4(1), 69–83. https://doi.org/10.63576/ekklesia.v4i1.142

Sibarani, F. H. M. (2024). Komunitas Iman Di Tengah Komunitas Dunia. Jurnal Teologi Dikaiosune, 2(1), 1–16.

Sihotang, H. L. W., Affandi, D. J., & Rantetampang, A. L. (2023). Membangun Kesadaran Ecotheology melalui Tridharma Panggilan Gereja. Matheo: Jurnal Teologi/Kependetaan, 13(1), 19–30.

Silitonga, F. R., & Sitompul, A. S. (2024). Tanggung Jawab Umat Kristen Dalam Memelihara Lingkungan Hidup Berdasarkan Kejadian 1: 26-28 (Suatu Kajian Etis-Teologi). Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(3), 2370–2387.

Simon, S. (2021). Peranan Pendidikan Agama Kristen Menangani Masalah Ekologi. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 2(1), 17–35.

Siregar, J. M., & Yosef, H. B. (2025). Kenosis: Allah Membatasi Diri Dalam Konteks Penciptaan. Jurnal Kadesi, 7(2), 137–160. https://doi.org/10.54765/ejurnalkadesi.v7i2.130

Siwy, H. X., & Hutagalung, S. (2024). Memelihara Surga Bumi: Analisis Persepsi Gereja terhadap Ekoteologi melalui Sudut Pandang Kejadian 2:15. Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen). https://doi.org/10.59177/veritas.v6i1.271

Stevanus, K. (2019). Pelestarian alam sebagai perwujudan mandat pembangunan: suatu kajian etis-teologis. KURIOS (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen), 5(2), 94–108.

Suhadi, S., & Arifianto, Y. A. (2020). Pemimpin Kristen Sebagai Agen Perubahan di Era Milenial. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 1(2), 129–147. https://doi.org/10.47530/edulead.v1i2.32

Telaumbanua, S. (2020). PAK Gereja Dalam Konteks Lingkungan Hidup Suatu Refleksi Terhadap Markus 16: 15. Jurnal Shanan, 4(1), 41–56.

Utomo, B. S. (2020). Tafsir Kejadian 2: 15 Sebagai Konstruksi Memahami Pelayanan Dan Tanggung Jawab Orang Percaya Terhadap Lingkungan. BIA’: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 3(2), 230–245.

Wénin, A. (2011). The Creation in the Old Testament. Some Pointers. https://dial.uclouvain.be/pr/boreal/object/boreal:125288

Willyam, V. (2023). Analisis Kata “Gembala” pada Mazmur 23:1 Dan Implikasinya Dalam Praktik Kepemimpinan Kristen di Era Disrupsi Teknologi. EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership, 4(1), 66–79. https://doi.org/10.47530/edulead.v4i1.138

Yohanes, S. (2025). Implementasi Nilai Ekologi Integral Dalam Pendidikan Iman Katolik Berdasarkan Laudato Si. Jurnal Reinha, 16(2), 150–163.

Yuono, Y. R. (2019). Melawan Etika Lingkungan Antroposentris Melalui Interpretasi Teologi Penciptaan Sebagai Landasan Bagi Pengelolaan-Pelestarian Lingkungan. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika Dan Praktika, 2(1), 186–206.

Zalukhu, A. (2025). Integrasi Ekoteologi Kontekstual dalam Pendidikan Kristen dan Kearifan Manugal Dayak untuk Etika Lingkungan Berkelanjutan. Indonesian Research Journal on Education, 5(1), 2686–2695.




DOI: https://doi.org/10.59177/veritas.v8i1.451

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Yohanes Praprowarso, Yonathan Salmon Efrayim Ngesthi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

     

 

Alamat: Jln. Kyai Sono, No. 2, Kelurahan Genuk-Ungaran - Kabupaten Semarang, Prov. Jawa tengah

Publisher: Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Website: https://sttkn.ac.id/