Cara Pandang Guru Kristen Terhadap Siswa Sebagai Gambar dan Rupa Allah yang Membutuhkan Pemuridan

Lorita Parinding, Wiyun Philipus Tangkin

Abstract


The perspective that is owned by the teacher will affect his actions towards students. That is why teachers must have the right perspective so they can educate students well. Christian teachers should have the perspective that students are the image of God who has fallen into sin so students need the process of restoring the image of God.

However, the phenomenon that occurs today in the world of education is the existence of acts of violence committed by teachers as a form of education given to students. Seeing this phenomenon, then this study was written to find out how Christian teachers should see the students so that Christian teachers can carry out their roles properly in school. The conclusion obtained is that Christian teachers must see students as the image of God but have fallen into sin. This perspective can help Christian teachers carry out their task of guiding students in the process of restoring the image of God through discipleship. The author is aware of the shortcomings in this writing, therefore the advice that can be given to the next writer is to be able to examine what steps teachers can take in discipleship for the process of restoring the image of God in students through Christian education.

Keywords


God's perspective, image of God, sin, discipleship

Full Text:

PDF

References


Agustina, N. (2018). Perkembangan peserta didik. Yogyakarta: Deepublish. Ainun, Y. (2012). Siswa ditampar guru karena tak kumpulkan tugas. Malang: Kompas.com.

Ariesandi. (2008). Rahasia mendidik anak agar sukses dan bahagia. Jakarta: Gramedia.

Astuti, P. (2012). Etika profesi sebagai upaya preventif untuk meminimalisasi pelanggaran hukum yang dilakukan oleh guru. Arena Hukum, VI(3), 183.

Berkhof, L. (2004). Dasar Pendidikan Kristen: ceramah-ceramah kepada guru- guru Kristen. Jakarta: Momentum.

Berkhof, L. (2017). Teologi sistematika volume 2: doktrin manusia. Surabaya: Momentum.

Boiliu, N. I. (2016). Sumbangsih filsafat bagi pendidikan agama kristen di Indonesia. Jurnal Pendidikan Agama Kristen Regula Fidea, 233-259.

Brummelen, H. V. (2009). Berjalan dengan Tuhan di dalam kelas: pendekatan Kristiani untuk pembelajaran. Jakarta: Universitas Pelita Harapan.

Cahyono, J. S. (2008). Gaya hidup dan penyakit modern. Yogyakarta: Kanisius. Chan, Y. (2010). Get ready to become wealthy. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Danim, S. (2010). Perkembangan peserta didik. Bandung: Alfabeta.

(2018). Dihukum "Squat Jump" di Sekolah, Siswa SMA Cidera Hingga Tak Bisa Bergerak. Mojokerto: Kompas.com.

Dister, N. S. (1991). Pengantar teologi. Yogyakarta: Kanisius. Djadi, J. (2004). Gambar dan rupa Allah. Jaffray, 2(1), 1-8.

doi:http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v2i1.144

Dyk, J. V. (2013). Surat-surat untuk Lisa. Tangerang: UPH Press. Ferguson, S. B. (2002). Hati yang dipersembahkan kepada Allah. Surabaya: Momentum.

Gunawan, A. (2017). Pemuridan dan kedewasaan rohani. Jurnal Theologia Aletheia, IXX(12), 1-17.

Guthrie, D. (2008). Teologi perjanjian baru 1: Allah, manusia, Kristus. Jakarta: Gunung Mulia.

Hadiwijono, H. (2006). Inilah sahadatku. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Harefa, B. (2019). Kapita selekta perlindungan hukum bagi anak. Yogyakarta: Deepublish.

Hoki, N. A., Panggabean, M. S., & Dirgantoro, K. P. (2017). The role of Christian Teachers in providing the needs of highachieving students. JOHME: Journal of Holistic Mathematics Education, I(1), 10-21. doi:http://dx.doi.org/10.19166/johme.v1i1.710

Lakonawa, P. (2013). Agama dan pembentukan cara pandang serta perilaku hidup masyarakat. Humaniora, IV(2), 790-799.

Listia. (2011). Cara pandang baru atas perbedaan agama Kristiani dan Islam. Orientasi Baru, XX(2), 193-210.

Merang, R. M., & Panggarra, R. (2012). Makna kata kharis berdasarkan surat Efesus 2:8 dan implementasinya dalam kehidupan orang percaya masa kini. Jurnal Jaffray, X(2), 70-103. doi:http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v10i2.54

Mulianto, S., Cahyadi, E. R., & Widjajakusuma, M. K. (2006). Panduan lengkap supervisi. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Mustoip, S., Japar, M., & MS, Z. (2018). Implementasi pendidikan karakter. Surabaya: Jakad Publishing.

Nadeak, E. H., & Hidayat, D. (2017). Karakteristik pendidikan yang menebus.

Polyglot, XIII(2), 87-97. doi:http://dx.doi.org/10.19166/pji.v13i2.439 Perkantas, T. S. (2013). Pemuridan dinamis membangun bangsa: memuridkan

berbasis kelompok kecil dan profil. Literatur Perkantas. Pink, A. W. (2005). Kedaulatan Allah. Surabaya: Momentum.

Prijanto, J. H. (2017). Panggilan Guru Kristen sebagai wujud amanat agung Yesus Kristus dalam penanaman nilai Alkitabiah pada era digital. Polyglot, XIII(2), 99-107. doi:http://dx.doi.org/10.19166/pji.v13i2.325

Priyatna, N. (2017). Peran guru kristen sebagai agen restorasi dan rekonsiliasi dalam mengembangkan karakter Kristus pada diri remaja sebagai bagian dari proses pengudusan. Polyglot: Jurnal Ilmiah, 13(1), 1-10. doi: http://dx.doi.org/10.19166/pji.v13i1.333

Sahlan, A. K. (2018). Mendidik perspektif psikologi. Yogyakarta: Deepublish.

Selasih, N. N. (2016). Kaitan pendidikan dan kepribadian manusia dalam mencapai tujuan pendidikan nasional. Jurnal Penjamin Mutu, II(1), 71-77. doi:http://dx.doi.org/10.25078/jpm.v2i1.63

Sitanggang, M. H., & Juantini. (2019). Citra diri menurut Kejadian 1:26-27, dan aplikasinya bagi pengurus pemuda remaja GpdI Herbon-Malang.

Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Pembinaan Warga Jemaat, III(1), 49- 61.

Sproul, R. (2005). Kebenaran-kebenaran dasar iman Kristen. Malang: Literatur SAAT.

Suleeman, S. (2007). Melayani dengan efektif. Jakarta: Gunung Mulia. Sunarto, H., & Hartono, B. A. (2006). Perkembangan peserta didik. Jakarta: Rineka Cipta.

Susanto, A. (2018). Bimbingan dan konseling di sekolah: konsep, teori, dan aplikasinya. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tanyit, P. (2004). Providensia Allah dan kehendak bebas manusia. Jurnal Jaffray, II(2), 81. doi:http://dx.doi.org/10.25278/jj71.v2i2.162

Tarpin. (2010). Pandangan Kristen tentang dosa: asal muasal dan cara menebusnya. Ushuluddin, XVI(2), 221-233. doi:http://dx.doi.org/10.24014/jush.v16i2.677

Tiyono, D. (2017). Memahami Imago Dei sebagai “Golden Seed”. Epigraphe, I(1), 39-54. doi:http://dx.doi.org/10.33991/epigraphe.v1i1.8

Turner, J. T. (2018). Temple theology, holistic eschatology, and the Imago Dei: an analytic prolegomenon. TheoLogica - An International Journal for Philosophy of Religion and Philosophical Theology, II(1), 95-114. doi:https://doi.org/10.14428/thl.v0i0.1323

Utomo, B. S. (2017). (R) Evolusi guru pendidikan agama kristen dalam mentransformasi kehidupan siswa. DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, I(2), 1-15. doi:http://dx.doi.org/10.30648/dun.v1i2.111

Werang, B. R. (2015). Manajemen pendidikan di sekolah. Yogyakarta: Media Akademi.

Wolterstorff, N. P. (2007). Mendidik untuk Kehidupan: Refleksi Mengenai Pengajaran dan Pembelajaran Kristen. Surabaya: Momentum.

YaoTung, K. (2013). Filsafat pendidikan K


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Lorita Parinding, Wiyun Philipus Tangkin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.