Gambaran Kepercayaan terhadap Mitos di Kelurahan Sikumana, Kota Kupang

Oktoson Radja Ga, Mieke Yen Manu

Abstract


Myth is one of the legacies of past human culture that is still maintained in this increasingly modern era. Myths that are embraced and maintained by a community can sometimes provide value, but it does not rule out the possibility that myths also cause harm. This study aimed to measure the general picture related to the myths that are still believed by the people in Kupang. The method used was a quantitative method through a survey approach with a sample of 50 people. The data analysis technique used was descriptive statistical analysis through the calculation of the ideal mean, ideal standard deviation, and variable frequency distribution. The results of data analysis showed that the belief in myths in the research respondents was in the high category with a mean value of 80.16. The most widely believed type of myth is the environmental myth. The factors that influence respondents to believe in myths are the customary or traditional factors.

Abstrak

Mitos adalah salah satu warisan dari kebudayaan manusia zaman lalu yang masih dipertahankan dalam pacuan zaman yang semakin modern. Mitos yang dianut dan dipertahankan oleh suatu komunitas masyarakat, kadangkala dapat memberikan nilai, namun tidak menutup kemungkinan bahwa mitos juga menimbulkan kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur gambaran umum terkait mitos yang masih dipercayai oleh masyarakat di kota Kupang. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui pendekatan survei dengan jumlah sampel sebanyak 50 orang. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisa statistik deskriptif melalui perhitungan rerata ideal, standar deviasi ideal dan distribusi frekuensi variabel. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kepercayaan terhadap mitos pada responden penelitian berada pada kategori tinggi dengan nilai mean sebesar 80,16. Jenis mitos yang paling banyak dipercaya adalah mitos lingkungan. Adapun faktor yang mempengaruhi responden mempercayai mitos adalah faktor adat atau tradisi.



Keywords


mitos, kepercayaan, okultisme

Full Text:

PDF

References


Alawiyah, S. (2010). Dinamika keyakinan ibu hamil terhadap mitos-mitos kehamilan (studi kasus di Dusun Tumpangrejo Desa Ngenep Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang). Universitas Negeri Malang.

Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. PT. Rineka Cipta.

Arvianto, F., & Kharisma, G. I. (2021). Budaya dan kearifan lokal kerajaan insana di dataran timor. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 10(1), 117–137.

Basoeki, O. H. (2010). Sistem Penamaan dalam Budaya Sabu. Epigram, 10(1), 38–43.

Binawati, N. W. S. (2019). Peran Mitos dalam Perkembangan Dunia Pendidikan. Prosiding Nasional “Sastra, Bahasa Dan Budaya,” Desember, 176–180.

Danandjaja, J. (2002). Folklor Indonesia, ilmu gosip, dongeng, dan lain-lain. PT Pustaka Utama Grafiti.

Hasanah, M. (2003). Mitos Ikan Lele: Studi Deskriptif Masyarakat Desa Medang, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan. Universitas Airlangga Surabaya.

Humaeni, A. (2012). Makna Kultural Mitos dalam Budaya Masyarakat Banten. ANTROPOLOGI INDONESIA Indonesian Journal of Social and Cultural Anthropology, 33(3), 159–179.

Kusuma, S. (2010). Okultisme: Antara Budaya vs Iman Kristen. ANDI.

Manafe, Y. D. (2011). Komunikasi Ritual pada Budaya Bertani Atoni Pah Meto di Timor-Nusa Tenggara Timur. Jurnal Aspikom, 1(3), 2011.

Oky, D. P. C. (2016). PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN BERBAHASA JAWA SMP CERITA RAKYAT KI AGENG GRIBIG DI KABUPATEN KLATEN. UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG.

Rahmaniar, F. S., Suyitno, S., Supana, S., & Saddhono, K. (2020). Keselarasan Kearifan Lokal Dengan Nilai Keislaman Pada Tradisi Labuhan Gunung Kombang di Kabupaten Malang. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 6(1), 113–125. https://doi.org/10.18784/smart.v6i1.805

Roibin. (2007). Agama dan mitos: Dari Imajinasi Kreatif Menuju Realitas Yang Dinamis. El-Harakah: Jurnal Budaya Islam, 9(3).

Spencer, H. (2009). Principles of Sociology Vol I. Forrgotten Book’s.

Sugiyono. (2014). Metode penelitian pendidikan pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kombinasi (Mixed Methods). CV Alfabeta.

Sumarto. (2017). Agama dan Budaya: Suatu Kajian Parsilistik-Integralistik. Jurnal RI’AYAH, 2(2), 20–30.

Suryani, E. (2019). Mitos Cerita Sendhang Jetakwanger di Desa Jetakwanger Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora. Sutasoma : Jurnal Sastra Jawa, 7(1), 32–35. https://doi.org/10.15294/sutasoma.v7i1.33383

Takaliung, P., & Takaliung, S. (2000). Antara kuasa gelap dan terang (Okultisme Ditinjau Dari Segi Iman Kristen). Yayasan Persekutuan Pekabaran Injil Indonesia.

Tuti, H. (2018). MITOS LEGENDA PULAU SIMARDAN REFLEKSI PETUAH MASYARAKAT TANJUNG BALAI. Jurnal Dialog, 4(2), 3.

Wagiran. (2013). Metodologi penelitian: Teori dan Implementasi. Deepublish.

Wibowo, A. A. (2011). Persepsi Masyarakat Terhadap Mitos Air Tiga Rasa Di Lingkungan Sunan Muria Kabupaten Kudus. Universitas Negeri Semarang.

Wulandari, W. (2013). Mitos dalam Upacara Petik Laut Masyarakat Madura di Muncar Banyuwangi: Kajian Etnografi. Universitas Jember.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Oktoson Radja Ga, Mieke Yen Manu

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.