Analisis Biblika Tentang Tata Cara Beribadah Menurut Mazmur 100:1-5 dan Penerapannya di Masa Kini

Anatje Ivone Sherly Lumantow, Asdin Simuruk

Abstract


The phenomenon of fading the meaning of worship within the scope of believers has been seen. It is marked, when worshiping in the church, sanctity in worship as if not visible because worship is considered limited to the liturgical design of man. As a result, when worshiping honors to God when worshiping as if invisible from the attitude of. This paper examines how to worship in the text of Psalm 100:1-5. In outlining this topic, researchers use the kualittative method with a literary approach and exegesis studies. Focus the research question on this article, how to worship according to Psalm 100:1-5. The results of the review of the exposure of this topic found that the word worship dB.;[ It means serving God and working for someone else. That means that it serves two sides, first working for the needs of others. The second is to serve God in the form of worship. Thus, every believer in the present who does good things to others, it is part of worshiping God in addition to also carrying out worship in the local church.

Abstrak

Fenomena mulai memudarnya pemaknaan tentang ibadah dalam lingkup orang percaya telah terlihat. Hal ini ditandai, ketika beribadah di gereja, kesakralan dalam ibadah seakan tidak tampak karena ibadah dianggap sebatas rancangan liturgis manusia. Akibatnya, ketika beribadah penghormatan kepada Allah saat beribadah seakan tidak terlihat dari sikap. Tulisan ini mengkaji bagaimana cara beribadah diliat dari teks Mazmur 100:1-5. Di dalam menguraikan topik ini, peneliti menggunakan metode kualittatif dengan pendekatan literatur dan studi eksegesis. Fokus pertanyaan penelitian pada artikel ini, bagaimana tata cara ibadah menurut Mazmur 100:1-5. Hasil ulasan dari pemaparan topik ini ditemukan bahwa kata beribadahlah dB.;[;i  yang artinya melayani Tuhan dan bekerja untuk adalah orang lain. Itu berarti bahwa melayani dua sisi, pertama bekerja untuk keperluan orang lain. Kedua melayani Tuhan dalam bentuk ibadah. Dengan demikian, setiap orang percaya di masa kini yang melakukan hal baik kepada orang lain, itu bagian dari ibadah kepada Allah di samping ia juga melaksanakan peribadatan dalam gereja lokal.

 


Keywords


Worship, Attitude, God, Believers

Full Text:

PDF

References


Arifianto, Y. A., & Santo, J. C. (2020). Studi Deskriptif Teologis Pembangunan Bait Suci Orang Samaria di Gunung Gerizim. Jurnal Teologi Berita Hidup, 3(1), 66–80.

Baker, D. L. (2008). Mari Mengenal Perjanjian Lama. BPK Gunung Mulia.

Barth, C., & Claire, M. (2010). Teologi Perjanjian Lama 1. BPK Gunung Mulia.

Boeker, T. G. R. (1992). Bahasa Ibrani Jilid II. Batu: Percetakan YPPII.

Brown, F., Driver, S., & Briggs, C. (1996). Hebrew and English Lexicon. Hendrickson Publishers.

Christimoty, D. N. (2019). Teologi Ibadah dan Kualitas Penyelenggaraaan Ibadah: Sebuah Pengantar. PASCA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 15(1), 1–7.

Green, J. P. (1976). The Interlinear Hebrew/Greek English Bible. Associated Publishers and Authors.

Henny, L. (2020). KONSEP IBADAH YANG BENAR DALAM ALKITAB. Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi, Dan Pendidikan, 4(1), 73–88.

J.H Waworuntu. (1974). Pengajaran Kabar Penganten Kristus. SATF Kiawa.

Kristanto, K., & Merannu, L. J. (2017). Makna Ibadah Sejati. KINAA: Jurnal Teologi, 2(2).

Manafe, F. S. (2012). Ibadah Perjanjian Baru Suatu Uraian Deskriptif Tentang Ibadah dan Kontribusinya bagi Ibadah Masa Kini. Missio Ecclesiae, 1(1), 87–102.

Mansyuri, M. Z. (2011). Metode Penelitian: Pendekatan Praktis dan Aflikatif Edisi Revisi. Bandung. Refika Aditama.

Rudolph, W., Elliger, K., & Kittel, R. (1977). Biblia Hebraica Stuttgartensia. Deutsche Bibelgesellschaft.

Setiawan, E. (2019). KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Setiawan, K. A. (2003). Musik Dalam Perjanjian Baru: Bermazmur dan Bernyanyi Dalam Efesus 5: 19-20. Tawangmangu: Jurnal Teologi Aletheia, 5.

Situmorang, J. (n.d.). Kajian Biblika Tentang Yesus Sebagai Pintu Dan Gembala Menurut Yohanes 10: 1-18. Visio Dei: Jurnal Teologi Kristen, 1, 259–276.

Situmorang, J. T. H. (2021). Doa Bapa Kami Bukan Sekadar Doa Liturgi: Menjadikan Doa Bapa Kami Sebagai Gaya Hidup Doa Sehari-hari. PBMR ANDI.

Surakhmad, W. (1990). Pengantar penelitian ilmiah: dasar, metode dan teknik. Tarsito.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Anatje Ivone Sherly Lumantow, Asdin Simuruk

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.