Integritas Iman dalam Tekanan Asimilasi Budaya: Analisis Daniel 1:8-16 dan Relevansinya bagi Generasi Muda Era Digital
Abstract
This article examines Daniel 1:8–16 within the context of Babylonian imperial cultural assimilation and formulates integrity as a theological category of boundary-setting loyalty to God. The study addresses the challenge of Christian youth identity formation in the digital era, where systemic cultural pressures mediated through global values and digital media shape moral orientation and loyalty. The purpose of this study is to analyze how Daniel’s decision not to defile himself reflects a theological mechanism for establishing boundaries of loyalty within a dominant cultural system. This research employs qualitative library research using an exegetical approach with narrative criticism. The analysis focuses on the historical context of Babylonian assimilation and the narrative structure of Daniel 1, particularly the pattern of pressure, faithfulness, and divine intervention within the story. The findings show that Daniel’s integrity represents a reflective act of establishing theological boundaries of loyalty through critical participation within a dominant system without compromising ultimate allegiance to God. This study proposes the concept of “integrity as boundary-setting loyalty” as a theological framework for understanding faithfulness within dominant cultural systems and its relevance for Christian youth identity formation in the digital era.
Abstrak
Artikel ini menganalisis Daniel 1:8–16 dalam konteks asimilasi budaya imperial Babel dan merumuskan integritas sebagai kategori teologis batas loyalitas kepada Allah. Penelitian ini berangkat dari persoalan pembentukan identitas iman generasi muda Kristen di era digital, di mana sistem nilai global dan media digital membentuk orientasi moral serta loyalitas secara persuasif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana keputusan Daniel untuk tidak menajiskan dirinya mencerminkan mekanisme teologis dalam menetapkan batas loyalitas di tengah sistem budaya yang dominan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi pustaka dengan pendekatan eksegesis dan kritik naratif. Analisis dilakukan dengan menelaah konteks historis asimilasi imperial Babel serta struktur naratif Daniel 1, khususnya pola tekanan, kesetiaan, dan intervensi ilahi dalam cerita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integritas Daniel merupakan tindakan reflektif yang menetapkan batas loyalitas teologis melalui partisipasi kritis dalam sistem dominan tanpa mengorbankan kesetiaan utama kepada Allah. Penelitian ini mengusulkan konsep “integritas sebagai batas loyalitas” sebagai kerangka teologis untuk memahami dinamika kesetiaan iman dalam sistem budaya dominan serta relevansinya bagi pembentukan identitas iman generasi muda Kristen di era digital.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Baskoro, P. K., & Chia, P. S. (2023). Deskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa Kini. Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen), 5(1), 52–64. https://doi.org/10.59177/veritas.v5i1.205
Blegur, R. (2025). Menjadi Manusia Seutuhnya: Menelisik Tegangan Identitas Remaja Kristen di Era Digital. Forum Filsafat dan Teologi, 54(2), 217–229. https://doi.org/10.35312/forum.v54i2.811
Bulan, S. E., & Simangunsong, A. (2025). Click for Tolerance: The Transformation of Christian Religious Education through Digital Media in Fostering Inclusive Attitudes in Indonesia. MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social, 3(1), 1–18. https://doi.org/10.46362/moderate.v3i1.16
Christie, C. (2025). Pemuridan Remaja Kristen di Era Digital: Strategi Kontekstual melalui Pendidikan Agama dan Literasi Iman Bangsa-Bangsa. Redominate: Jurnal Teologi & Pendidikan Agama Kristiani, 6(2), 18–34.
Djami, F. A. G., & Natonis, H. Y. (2025). Peran Iman Kristen Dalam Membentuk Karakter Dan Etika Generasi Muda Di Era Digital. ADIBA: Journal of Education, 4(4), 215–226.
Gilon, B. L. (2024). Teladan Keteguhan Iman Bagi Orang Kristen Di Era Post-Modernisme: Kritik Naratif Daniel 1:1-21. Pistis: Jurnal Teologi Terapan, 24(2), 125–136. https://doi.org/10.51591/pst.v24i2.159
Gultom, J. M. P. (2023). Sinergisitas Gereja dan Influencer Rohani dalam Pemulihan Gambar Diri Native Digital. Jurnal Teologi Berita Hidup, 5(2). https://doi.org/10.38189/jtbh.v5i2.245
Kobstan, H. B., & Sanger, B. K. (2025). Membangkitkan Kesadaran Kerajaan Allah di Kalangan Generasi Muda. Kingdom Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 5(1), 25–41.
Lee, J. S.-H. (2023). Reimagining Exile in Daniel (p. 162463). Mohr Siebeck. https://doi.org/10.1628/978-3-16-162463-6
Lele, A. F. (2021). Makna Ketaatan menurut Kitab Daniel. Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 2(2), 79. https://doi.org/10.25278/jitpk.v2i2.598
Manca, S. (2023). Menghadapi Pandemi COVID-19: Belajar dari Peristiwa Pembuangan Babel. Jurnal Alternatif Wacana Ilmiah Interkultural, 11(1). https://doi.org/10.60130/ja.v11i1.70
Michael, R. H. (2025). Dimensi-dimensi Misional Daniel dalam Pembuangan di Babel. Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, 6(1), 77–88. https://doi.org/10.46305/im.v6i1.442
Ndraha, A. (2025). The Identity Crisis of the Nation of Judah in the Book of Daniel: A Case Study and Its Relevance for Contemporary Pastoral Counseling. PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 21(2), 100–112. https://doi.org/10.46494/psc.v21i2.565
Nurwindayani, E., & Wardhani, L. P. K. (2023). Kiat Membangun Integritas Mahasiswa Kristen di Era Digital Berdasarkan Teladan Daniel. CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 3(1), 16–28. https://doi.org/10.54592/jct.v3i1.143
Octavia, Y. (2025). Kontekstualisasi Pelayanan Pemuda Di Era Digital. Proceeding National Conference of Christian Education and Theology, 3(1).
Purwanto, H. (2024). Perspektif Epistemologis, Logika Dan Bahasa Terkait Penyebutan Nama Allah Dengan Yahweh. Jurnal Lentera Nusantara, 3(2), 113–129. https://doi.org/10.59177/jls.v3i2.301
Quick, L., & Lyell, E. (2022). Dressing Daniel: Identity Formation and Embodiment in Daniel 1–6. Journal of Ancient Judaism, 13(1), 1–26. https://doi.org/10.30965/21967954-bja10019
Seufert, M. (2019). Refusing the king’s portion: A reexamination of Daniel’s dietary reaction in Daniel 1. Journal for the Study of the Old Testament, 43(4), 644–660. https://doi.org/10.1177/0309089218821310
Sitorus, H. (2020). Teologi Pembuangan: Suatu Kajian Teologis Konsep Teologi Pembuangan Menurut Yeremia. Jurnal Teologi Cultivation, 4(1), 56–75. https://doi.org/10.46965/jtc.v4i1.217
Smith-Christopher, D. (2023). Exile: History, Interpretation, and Theology. St Andrews Encyclopaedia of Theology. https://www.saet.ac.uk/ Christianity/ExileHistoryInterpretationandTheology
Sondopen, D., & Junias, R. (2025). Pendidikan Karakter Kristiani dalam Kitab Daniel: Eksegesis Daniel 1:8 sebagai Fondasi Keteladanan dan Keteguhan Iman di Tengah Budaya Asing. Excelsior Pendidikan, 6(2).
DOI: https://doi.org/10.59177/veritas.v8i2.485
Refbacks
- There are currently no refbacks.
Copyright (c) 2026 Andro Natanael Kosasih, Yanto Paulus Hermanto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Alamat: Jln. Kyai Sono, No. 2, Kelurahan Genuk-Ungaran - Kabupaten Semarang, Prov. Jawa tengah
Publisher: Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara
Website: https://sttkn.ac.id/




.png)



.png)