Makna Dosa Menghujat Roh Kudus

Dicky Dominggus

Abstract


This paper discusses the meaning of blaspheming the Holy Spirit. In the Bible, it is written that sin blasphemes the Holy Spirit as an unforgivable sin. This, of course, contrasts with the general understanding that Christ's death on the cross took away human sin. This article has a First goal, to find the meaning of sin to blaspheme the Holy Spirit. Second, find the reason why sin blaspheme the Holy Spirit cannot be forgiven. This research is a qualitative research with a grammatical historical approach. As for understanding the sin of blaspheming the Holy Spirit is an act of not recognizing Jesus as God.

Tulisan ini membahas makna dari menghujat Roh Kudus. Di dalam Alkitab dituliskan Dosa menghujat Roh Kudus sebagai dosa yang tidak dapat diampuni.  Hal ini tentunya bertolak belakang dengan pemahaman umum di mana kematian Kristus di kayu salib sudah menghapus dosa manusia. Artikel ini memiliki tujuan Pertama, menemukan arti dari dosa menghujat Roh Kudus. Kedua, menemukan alasan mengapa dosa menghujat Roh Kudus tidak dapat diampuni. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan historikal gramatikal. Adapaun pemahaman dari dosa menghujat Roh Kudus merupakan tindakan tidak mengakui Yesus sebagai Allah.


Keywords


Sin, Blasphemy the Holy Spirit

Full Text:

PDF

References


Barclay, W. (2009). Pemahaman Alkitab Setiap Hari; Injil Matius Pasal 11-28. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Combs, W. W. (2004). The Blasphemy Against the Holy Spirit. Detroit Baptist Seminary Journal, 9, 57–96.

Drane, J. (2005). Memahami Perjanjian Baru: Pengantar Historis-Teologis. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Elwell, W. A. (Ed.). (1996). Evangelical Dictionary of Biblical Theology. Grand Rapids, Mich. : Carlisle, Cumbria: Baker Pub Group.

Ferguson, S. B. (2008). New Dictionary of Theology 1. Malang: Literatur SAAT.

Hadiwijono, H. (2007). Iman Kristen. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Henry, M. (2009). Tafsiran Matthew Henry: Injil Lukas 1-12. Surabaya: Momentum.

Henry, M. (2011). Tafsiran Matthew Henry: Injil Markus. Surabaya: Momentum.

Horton, S. M. (2018). Oknum Roh Kudus. Malang: Gandum Mas.

Karnawati, K., Hosana, H., & Darmawan, I. P. A. (2019). Lingkungan Proses Pembelajaran Yesus. Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen), 1(2), 76–89.

Kittel, G., & Friedrich, G. (1964). Theological Dictionary of the New Testament. Grand Rapids (Mich.): Wm. B. Eerdmans Publishing Co.

Leks, S. (2003). Tafsir Injil Markus. Yogyakarta: Kanisius.

Robertson, A. T. (1934). A Grammar of the Greek New Testament in the Light of Historical Research. Retrieved from https://www.abebooks.com/Grammar-Greek-New-Testament-Light-Historical/30224010975/bd

Santoso, D. I. (2009). Theologi Matius; Intisari dan Aplikasinya. Malang: Literatur SAAT.

Setiawan, D. E. (2019). Kelahiran Baru Di Dalam Kristus Sebagai Titik Awal Pendidikan Karakter Unggul. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 3(2), 154–161.

Stevanus, K. (2017). Jalan Masuk Kerajaan Surga. Yogyakarta: Andi.

Sutanto, H. (2004). Perjanjian Baru Interlinier Yunani – Indonesia dan Konkordansi Perjanjian Baru (Jilid II). Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia.

Wenham, J. W. (1987). Bahasa Yunani Koine. Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara.

Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 28–38.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Dicky Dominggus

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.