Dialog Reflektif Sebagai Jalan Reduksi Konflik Antar Agama

Teguh Pramono, Sudarta Cornelius

Abstract


Religion has two effects, positive effects and negative effects for human. The positive effects are through the religion people can foster brotherhood, give strength for them who are suffered, give sense of security and give sense of belonging among religious adherents. The negative effects are religion can be as a provocation and a trigger of conflict. Because of the certain concerns, the religion can be as a media to achieve their purpose. The religion can be as a media to destroy and provoke among religious adherents so that it causes people kill each other. Through the reflective dialogue religious adherents invite to interpret cognitive, affective, psychomotoric aspects as a thing that has relation each other. This dialogue is really suitable as a media in religion context in Indonesia, in order to reduce the religious conflict. When this dialogue done continuously and consistently based on one nation feeling and love to accept, understand and cooperate each other will create a harmony life in diversity.

 

Agama memiliki dua efek, yakni efek positif dan negatif bagi manusia. Efek yang positif, melalui agama orang bisa memupuk persaudaraan, memberi kekuatan bagi mereka yang sedang menderita, memberi perasaan aman serta rasa saling memiliki diantara pemeluk seagama. Sedangkan efek negative, agama  dapat dijadikan alat provokasi dan menjadi pemicu konflik. Karena alasan kepentingan tertentu, agama dapat berfungsi sebagai sarana mencapai tujuannya. Agama dijadikan alat pemecah belah dan provokasi  antar pemeluk agama, sehingga memicu konflik yang mengakibatkan saling membunuh antar esame manusia. Melalui dialog reflektif  umat beragama diajak untuk dapat memaknai aspek kognitif, afektif dan psikomotoris sebagai hal yang saling berhubungan. Dialog reflektif ini sangat cocok dipakai sebagai sarana dialog dalam konteks keberagaman agama di Indonesia, untuk mereduksi konflik antar umat beragama. Bilamana dialog ini  dilakukan  secara terus menerus dan konsisten dengan mengedepankan sikap sebagai satu anak bangsa yang dilandasi dengan cinta kasih untuk saling menerima, saling memahami, saling menghargai dan saling bekerja sama, maka akan tercipta sebuah kehidupan yang harmoni dalam keberagaman.


Full Text:

PDF

References


Ali, A. M. (1992). Ilmu Perbandingan Agama, Dialog, Dakwah dan Misi. In Ilmu Perbandingan agama di Indonesia dan Belanda. Jakarta: INIS.

Anderson, L., Loekmono, J. T. L., & Setiawan, A. (2020). Pengaruh Quality Of Life Dan Religiusitas Secara Simultan Terhadap Subjective Well Being Mahasiswa Teologi. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 14–27.

Andito (ed), A. (1998). Atas Nama Agama: Wacana Agama dalam Dialog “Bebas” Konflik. Bandung: Pustaka Hidayah.

Badan Pusat Statistik. (2018). Statistik Sosial Budaya. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Darmawan, I. P. A., & Asriningsari, A. (2018). Buku Ajar Penulisan Karya Ilmiah. Ungaran: Sekolah Tinggi Teologi Simpson.

Jong, K. de. (2009). Dialog Dan Proklamasi Di Era Pluralisme. Gema Teologi, 33(1), 1–13.

Katarina, K., & Darmawan, I. P. A. (2019). Implikasi Alkitab dalam Formasi Rohani pada Era Reformasi Gereja. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 3(2), 81–93. https://doi.org/10.33991/epigraphe.v3i2.85

Nugroho, W. (2016). Menuju Perjumpaan Otentik Islam – Kristen. Yogyakarta: Yayasan Taman Pustaka Kristen Indonesia dan PSAA Fak Teo UKDW.

Prayogo, Y. (2019, August 14). BPS: Ternyata Kitab Suci Paling Banyak Dibaca. Retrieved 31 October 2019, from Http://www.kalderanews.com website: https://www.kalderanews.com/2019/08/bps-ternyata-kitab-suci-paling-banyak-dibaca/

Roberts, K. A., & Yamane, D. (2015). Religion in Sociological Perspective (Sixth edition). Los Angeles, CA: SAGE Publications, Inc.

Voelker, D. J. (n.d.). Reflective Dialogue. Retrieved 23 October 2019, from http://davidjvoelker.com/reflective-dialogue/

Wijaya, H. (2017). Metodologi Penelitian Pendidikan Teologi. Makassar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Woly, N. J. (2008). Perjumpaan di Serambi Iman: Suatu Studi Ttentang Pandangan Para Teolog Muslim dan Kristen Mengenai Hubungan Antaragama. Jakarta: BPK Gunung Mulia.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Sudarta Cornelius

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.