Bahasa Roh Dalam Teologi Pantekosta Dan Implikasinya Bagi Hidup Orang Percaya

Yakub Hendrawan Perangin Angin, Tri Astuti Yeniretnowati

Abstract


Today, many Christians claim to be able to use tongues that are obtained from the Holy Spirit. This has become a polemic in God's church from throughout the history of the church to the present. The problem of using tongues in worship meetings and its interpretation has become an ongoing problem and has not the least caused divisions among churches. Through research with analytical methods on a number of literature reviews, namely by analyzing tongues in Pentecostal theology and its implications for believers, the conclusion is that every believer must return to the correct understanding of the Bible and there must be maturity in fellowship with other Christians in order to function. and the purpose of gifts is devoted to building up God's church and for God's glory.

Abstrak

Saat ini banyak orang Kristen yang mengaku dapat menggunakan bahasa roh yang didapat dari Roh Kudus, Hal ini menjadi polemik dalam gereja Tuhan dari mulai sepanjang sejarah gereja sampai saat ini. Permasalahan penggunaan bahasa roh dalam pertemuan ibadah dan penafsirannya telah menjadi persoalan yang tidak kunjung selesai dan tidak sedikit menimbulkan perpecahan di antara gereja-gereja. Melalui penelitian dengan metode analisis terhadap sejumlah tinjauan pustaka, yaitu dengan cara menganalisis tentang bahasa roh dalam teologi Pentakosta dan implikasinya bagi orang percaya didapatkan kesimpulan bahwa setiap orang percaya harus kembali kepada pemahaman Alkitab yang tepat dan harus ada kedewasaan dalam bersekutu bersama umat Kristen lainnya agar fungsi dan maksud karunia dicurahkan untuk membangun gereja Tuhan dan bagi kemuliaan Tuhan.


Keywords


Bahasa Roh, Karuni Roh Kudus, Penafsiran Bahasa Roh, Teologi Pantekosta

Full Text:

PDF

References


Arifianto, Y. A., & sumiwi Rachmani, A. (2020). Peran Roh Kudus dalam Menuntun Orang Percaya kepada Seluruh Kebenaran Berdasarkan Yohanes 16 : 13. Jurnal Diegesis, 3(1), 1–12.

Brill, J. W. (1975). Dasar Yang Teguh (1st ed.). Yayasan Kalam Hidup.

Enns, P. (2006). The Moody Handbook Of Theology 1 (3rd ed.). Literatur SAAT.

Erickson Millard J.. (2018). Teologi Kristen Volume 3. gandum mas.

Guthrie, D. (2016). Teologi Perjanjian Baru 2. BPK Gunung Mulia.

Ichwei, G. I. (2003). Teologi Sistematis (2nd ed.). Lembaga Literatur Baptis.

Keener, C. S. (2015). Gift And Giver Mengenali Dan Mengalami Kuasa Roh Kudus (1st ed.). Literatur Perkantas.

L., A. F. (2015). Doktrin Kristen Perspektif Pentakosta (6th ed.). Andi Offset.

Menzies, W. W., & Horton, S. M. (2003). Doktrin Alkitab. Gandum Mas.

Ryrie, C. C. (2010). Teologi Dasar 2. Andi Offset.

Sabdono, E. (2019). Makna Sejati Pentakosta. Rehobot Literature.

Sizemore, D. (2008). 25 Pelajaran Tentang Doktrin Kristen Bagian Kedua (1st ed.). Yakin.

Soedarmo, R. (2011). Ikhtisar Dogmatika (Cetakan 17). BPK Gunung Mulia.

Tong, S. (1995). Roh Kudus, Doa Dan Kebangunan (1st ed.). Lembaga Reformed Injili Indonesia.

Zaluchu, S. E. (2020). Struktur Artikel untuk Jurnal Ilmiah dan Teknik Penulisannya. In S. E. Zaluchu (Ed.), Strategi Menulis Jurnal Untuk Ilmu Teologi (1st ed., pp. 1–21). Golden Gate Publishing Semarang.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Yakub Hendrawan Perangin Angin

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.