Konsep Kenajiran di dalam Perjanjian lama dan Perjanjian Baru Refleksi dalam kisah Simson

Fransius Kusmanto

Abstract


The concept of alienation is the concept where God and humans have a special relationship to carry out His work. Alienation can be done by God himself to a certain person and responded to by the person concerned. People who commit Allah do it voluntarily without coercion from anyone. People who alienation to God do it voluntarily without coercion from anyone. This arises from a person's expression when his life struggle is answered by God. The Bible teaches this, both in the Old Testament and in the New Testament. The concept of alienations in the old covenant and the new covenant reflect Samson's life story. Today, Samson's exile is a lesson for many believers. Therefore to learn how the concept of elienation that exists in the Old Testament and the New Testament and its reflection in the story of Samson, the author uses Review Literature, the author examines using secondary sources through books, magazines or the internet. Based on research carried out, the concept of the elination in the New Testament and the Old Testament is a reflection of the story of Samson. All the abstinence and obligations in the Old and New Testaments are exactly the same as Samson's elination. If obedient it will get blessings and be used by God with extraordinary. If not, it will get harm or curse. The elination of Samson is also a lesson for the lives of believers today, which is still much to do, this can be seen from the lives of believers by dedicating themselves to serving God by distancing themselves from taboos. Everyone who commits alienations with God must do so with commitment and loyalty to God because God uses those who obey Him to the end.

Abstrak

 

Konsep kenaziran adalah konsep dimana Allah dan manusia memiliki hubungan khusus untuk melaksanakan karya-Nya. Kenaziran dapat dilakukan oleh Allah sendiri kepada orang tertentu dan diresponi oleh orang yang bersangkutan. Orang yang bernazir kepada Allah melakukannya dengan sukarela tanpa ada paksaan dari siapapun. Hal ini timbul dari ekspresi seseorang ketika pergumulan hidupnya di jawab oleh Allah. Alkitab mengajarkan hal ini, baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru. Konsep nazir dalam perjanjian lama dan perjanjian baru merefleksikan kisah hidup Simson. Saat ini, kenaziran Simson menjadi pelajaran bagi banyak orang percaya. Maka itu untuk mengetahui bagaimana konsep kenaziran yang ada dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru serta refleksinya dalam kisah Simson, penulis menggunakan Review Literature, penulis mengkaji dengan menggunakan sumber-sumber sekunder yaitu melalui buku-bulku, majalah maupun internet. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Konsep kenaziran yang ada dalam Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama merupakan refleksi dari kisah Simson. Semua yang menjadi pantangan dan kewajiban dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sama persis dengan kenaziran Simson. Jika taat maka akan mendapat berkat dan dipakai Tuhan dengan luar biasa. Tetapi jika tidak maka akan mendapat celaka atau kutukan. Kenaziran yang dilakukan Simson juga menjadi pelajaran bagi kehidupan orang percaya zaman sekarang, yaitu masih banyak orang yang melakukannya, hal ini terlihat dari kehidupan orang percaya dengan mengabdikan diri melayani Tuhan dengan menjauhkan diri dari pantangan-pantangan yang ada. Setiap orang yang melakukan nazir dengan Allah harus melakukannya dengan komitmen dan kesetiaan kepada Allah sebab Allah memakai orang yang taat kepada-Nya sampai akhir.

Keywords


Nazir, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, Orang percaya

Full Text:

PDF

References


Arichea, Daniel C. dan Hatton, H. A. (2004). Surat-surat Paulus kepada Timotius dan kpeada Titus. LAI & Anggota IKAPI.

Bergant Dianne dan Karris, R. J. (Ed.). (2002). Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Kanisius.

Browning, W. R. F. (2008). Kamus Alkitab. Gunung Mulia.

Fitrah, M. dan L. (2017). Metodologi Penelitian, penelitian kualitatif, tindakan kelas dan studi kasus. CV Redaksi.

Gossweiler, C. (2019). Jurnal ABDIEL: Khazanah Pemikiran Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Musik Gereja. Sekolah Tinggi Theologi Abdiel, 3 no. 2(Kepemimpinan Karismatik dan Kepemimpinan yang Melembaga pada Masa Perjanjian Lama dan Dewasa ini), 32.

Hotman J. Lumban Gaol. (2012). Tabloid Reformata. Yayasan Pelayanan Media Anthiokia.

Linden, N. Ter. (2008). Cara itu berlanjut..2 : cara membaca Injil Markus dan Matius. Gunung Mulia.

N.N. (2008). Alkitab Penuntun (L.A.I (Ed.); kedua). Gandum Mas.

Nazir. (2020).

Park, A. (2013). Pelita Perjanjian yang tak terpadamkan. Yayasan Damai Sejahtera.

Pfeiffer Charles F. dan Harrison, E. F. (2014). Tafsiran Alkitab Wayclife Volume I PL: Kejadian-Ester (E. Maspaitella (Ed.)). Gandum Mas.

Pranoto, D. S. (2016). MANNA RAFFLESIA. Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu, 3, 1(Pelayanan Penyebaran Injil Berdasarkan 2 Korintus 6:1-10), 3.

Tampubolon, Y. H. (2020). STOLUS: Jurnal Teologi. Sekolah Tinggi Teologi Bandung, 18(Refleksi Kepedulian Injili pada Isu Lingkungan Hidup), 55.

Wiersbe, W. W. (2012). Hidup Bersama Firman: Pasal Demi Pasal Seluruh Alkitab. Yayasan Gloria.

Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Menulis Jurnal Untuk Ilmu Teologi (Sonny Elil Zaluchu (Ed.); 1st ed.). Golden Gate Publishing.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Fransius Kusmanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.