Penyesuaian Diri Terhadap Perubahan Fisik Pada Masa Dewasa Madya

Mariana Laudika

Abstract


Humans from infancy to late adulthood or the elderly have different characteristics and also have different developmental tasks. Especially individuals at middle adulthood, this age has a prominent character, namely the occurrence of changes in physical and psychological terms, The development of the times is increasingly rapid with increasingly sophisticated technology, makes it easier for humans to do everything even, can change the characteristics inherent in a things become new or can be referred to as updates or modifications. Using descriptive qualitative methods with a literature study approach, it can be concluded that there needs to be an adjustment made by people who have reached middle adulthood so that they do not have negative judgments or do not cause unhappiness or resentment towards the changes that occur in that person. It is very important for everyone to adjust themselves to be able to accept the realities of life in a positive way. For believers (Christians), it is necessary to have a scientifically and theologically correct understanding so that they do not view all forms of changes that occur as burdens or problems, but view them as God's plan, so that we can use this life as best as possible to glorify God. Because from the beginning everything has been determined in this way and God also works in all human conditions to bring goodness and teach humans to know God and all His works.

Abstrak

Manusia mulai dari bayi hingga dewasa akhir atau lanjut usia memiliki karakteristik yang berbeda-beda dan juga memiliki tugas perkembangan yang berbeda-beda pula. Khususnya individu pada usia dewasa madya, usia ini memiliki karakter yang menonjol yaitu terjadinya perubahan dalam hal fisik dan psikis, Perkembangan zaman yang semakin pesat dengan teknologi yang semakin canggih, mempermudah manusia untuk melakukan segala sesuatu bahkan, dapat mengubah ciri-ciri yang melekat pada suatu hal menjadi baru atau dapat disebut dengan istilah perbaharui atau modifikasi. Menggunkan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi literatur maka didapat kesimpulan bahwa perlu adanya penyesuaian diri yang dilakukan oleh orang yang telah mencapai usia dewasa madya agar tidak memiliki penilaian negatif atau tidak menyebabkan ketidak bahagiaan atau kekesalan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam diri orang tersebut. Penyesuain diri sangat penting untuk dilakukan oleh semua orang agar dapat menerima realita kehidupan secara positif. Bagi orang percaya (Kristen), perlu memiliki pemahaman yang benar secara ilmiah dan teologis agar, tidak memandang segala bentuk perubahan yang terjadi sebagai beban atau masalah, tetapi memandang itu sebagai rencana Allah, agar kita menggunakan kehidupan ini sebaik-baiknya untuk mempermuliakan Allah. Karena sejak semula segala sesuatu telah ditetapkan demikian dan Allah juga turut bekerja dalam segala keadaan manusia untuk mendatangkan kebaikan dan mengajarkan manusia untuk mengenal Allah dan segala karya-Nya.


Keywords


Perubahan Fisik, Dewasa Madya, Penyesuaian Diri.

Full Text:

PDF

References


Denney, A. S., & Tewksbury, R. (2013). How to Write a Literature Review. Journal of Criminal Justice Education, 24(2), 218–234. https://doi.org/10.1080/10511253.2012.730617

HJ. Siti Muri’ah, K. W. (2009). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja,.

Hurlock, E. B. (1980). Psikologi Perkembangan. Erlangga.

Hurlock, E. B. (1993). Perkembangan Anak. Erlangga.

Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Prenadamedia Group.

Muzakkiyah, N., & others. (2016). Religiusitas, Penyesuaian Diri dan Subjektive Well Being. Persona: Jurnal Psikologi Indonesia, 5(01).

Perwitasari, N. H. (2019). Perawatan Wajah Jadi Pilihan Terpopuler di Salon Selama 2019. Tirto.Id. All Rights Reserved. https://tirto.id/perawatan-wajah-jadi-pilihan-terpopuler-di-salon-selama-2019-eg9f

Sibarani, Y., & Arifianto, Y. A. (2020). Studi Analisis Makna Kata “Berahi” dan “Berkuasa” dalam Kejadian 3:16 dan Implikasinya bagi Rumah Tangga Kristen Masa Kini. Sola Scriptura: Jurnal Teologi, 1(2), 118–134.

Soetjiningsih, C. H. (2012). Perkembangan Anak sejak pembuahan sampai dengan kanak-kanak akhir. Kencana.

Soetjiningsih, C. H. (2018). Perkembangan Anak Sejak Pembuahan Sampai dengan Kanak-Kanak Akhir: Seri Psikologi Perkembangan. Prenada Media.

Sugiharto, R. (2018). Usia Nyaris 70 Tahun, Pria Ini Buktikan Awet Muda Tak Mustahil. Liputan6.Com KLY KapanLagi Youniverse All Rights Reserved. https://www.liputan6.com/citizen6/read/3414245/usia-nyaris-70-tahun-pria-ini-buktikan-awet-muda-tak-mustahil

Umrati, & Wijaya, H. (2020). Analisis Data Kualitatif Teori Konsep dalam Penelitian Pendidikan. Sekolah Tinggi Theologia Jaffray.

Uyun, S. F. (2014). Gambaran konsep diri penyandang tunadaksa: Studi Fenomenologi pada seorang laki-laki penyandang tunadaksa usia dewasa madya yang berprofesi sebagai penjual koran. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Zaluchu, S. E. (2020). Strategi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Di Dalam Penelitian Agama. Evangelikal: Jurnal Teologi Injili Dan Pembinaan Warga Jemaat, 4(1), 28–38. https://doi.org/10.46445/ejti.v4i1.167

Zulhasni. (2018). PENYESUAIAN DIRI TERHADAP PERUBAHAN FISIK PADA DEWASA PERTENGAHAN. A FINE WORDPRESS.COM SITE. https://zulhasni.wordpress.com/2012/09/23/penyesuaian-diri-terhadap-perubahan-fisik-pada-dewasa-pertengahan/


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Mariana Laudika

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.