Budaya Hidup Kristen di Era Disrupsi: Konstruksi Sosial Identitas dalam Perspektif Etis-Teologis

Elisabeth Widi Cahyaningsih Nurheni, Suhadi Suhadi

Abstract


Christian culture as an expression of faith is undergoing significant changes amid the era of disruption, characterized by technological advancements and social change. These shifts influence how individuals understand and, more importantly, practice their Christian identity in daily life. Social construction and ethical-theological approaches serve as the foundation for a comprehensive examination of these changes. This study aims to analyze Christian culture in the era of disruption through an examination of Christian identity within the framework of ethical-theological social construction. The method used is a qualitative approach with a phenomenological design to understand the experiences and meanings constructed by the research subjects. The results indicate that the transformation of Christian culture in the era of digital disruption underscores the need for contextual adaptation of faith, ensuring that Gospel values remain relevant in shaping the lives of believers amid technological and cultural changes. The social construction of Christian identity in the digital context reveals that virtual spaces have become a new arena for the formation of a dynamic, relational, and globally interactive faith identity. The novelty of this study lies in its assertion that Christian identity is not merely a social response but rather a spiritual transformation that actively shapes digital culture through the values of love, truth, and integrity. Therefore, ethical-theological integration is key to ensuring that the practice of the Christian life in the contemporary era remains rooted in biblical truth while remaining responsive to the culture of the digital world.

Abstrak

Budaya hidup Kristen sebagai ekspresi iman mengalami dinamika yang signifikan seiring dengan perkembangan era disrupsi yang ditandai oleh kemajuan teknologi dan perubahan sosial. Pergeseran ini memengaruhi cara individu memahami terlebih mempraktikkan identitas kekristenan dalam kehidupan sehari-hari. Konstruksi sosial dan pendekatan etis-teologis menjadi dasar dalam menelaah perubahan tersebut secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya hidup Kristen di era disrupsi melalui kajian identitas kekristenan dalam bingkai konstruksi sosial etis teologis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis untuk memahami pengalaman dan makna yang dibangun oleh subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi budaya hidup Kristen di era disrupsi digital menegaskan perlunya adaptasi iman yang kontekstual, sehingga nilai-nilai Injil tetap relevan dalam membentuk kehidupan umat di tengah perubahan teknologi dan budaya. Konstruksi sosial identitas Kristen dalam konteks digital menunjukkan bahwa ruang virtual menjadi arena baru pembentukan identitas iman yang dinamis, relasional, dan terbuka terhadap interaksi global. Kebaruan studi ini terletak pada penegasan bahwa identitas Kristen bukan sekadar respons sosial, melainkan transformasi spiritual yang aktif membentuk budaya hidup digital melalui nilai kasih, kebenaran, dan integritas. Oleh karena itu, integrasi etis-teologis menjadi kunci dalam memastikan bahwa praktik hidup Kristen di era kontemporer tetap berakar pada kebenaran Alkitab sekaligus responsif terhadap budaya dunia digital.


Keywords


Budaya Hidup Kristen, Era Disrupsi, Identitas Kekristenan, Konstruksi Sosial, Teologi Etis

Full Text:

PDF

References


Alli, D., & Haan, J. U. De. (2025). Dinamika Iman dan Identitas Kristen pada Remaja: Tantangan dan Peluang di Era Digital. THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education and Psychospiritual, 2(2), 31–43. https://doi.org/10.70420/theosebia.v2i2.122

Andrika Telaumbanua. (2025). Menemukan Identitas Sejati di Tengah Budaya Pencitraan: Merefleksikan Gambar Allah Melalui Iman Kristen. Vox Divina: Jurnal Sekolah Tinggi Teologi Ekumene Medan, 3(1), 5.

Anjaya, C. E., Arifianto, Y. A., & others. (2022). Konstruksi Identitas Kekristenan Sejati dalam Ruang Publik Virtual. KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 4(2), 199–210.

Arifianto, Y. A. (2020). Pentingnya pendidikan kristen dalam membangun kerohanian keluarga di masa pandemi covid-19. REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 94–106.

Debora, J., & Setiawan, D. E. (2025). PERAN DIGITALISASI DALAM TRANSFORMASI IMAN KRISTEN: Peluang dan Tantangan di Era Digital: Peluang dan Tantangan Di Era Digital. Jurnal Teologi Praktika, 6(2), 94–106.

Elizabeth, E., & Mikaere, G. (2025). Christian Service Ethics in Facing the Challenges of the Digital World: A Theological-Ethical Perspective on Digital Engagement. Ministries and Theology, 2(2), 55–64.

Halawa, F., & Lambei, M. (2026). Gereja Tanpa Doktrin dalam Perspektif Reformed: Tantangan Terhadap Iman dan Otoritas Firman di Era Post-Truth. CHARISTHEO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 182–198.

Halawa, F., & Moimau, A. L. (2025). Kajian Eklesiologi: Otoritas Gereja Dalam Mempertahankan Essentia Dan Identitas Pemuda Ditengah Arus Perubahan Zaman Di Era Postmodern. Jurnal Voice, 5(2), 109.

Halawa, I. K., & Suhadi, S. (2025). Budaya kristiani sebagai hibriditas budaya: Amanat Agung, 20(2), 265–293. https://doi.org/10.47754/jaa.v20i2.668

Juanta, E. (2025). Dari Logos ke Like: Interseksi Teologi Komunikasi dan Budaya Media Sosial. Skenoo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 5(2), 147–165.

Kumowal, R. L. (2024). Moderasi Beragama Sebagai Tanggapan Disrupsi Era Digital. DA’AT: Jurnal Teologi Kristen, 5(2), 126–150.

LEBA, E. E. (2021). Memaknai Spiritualitas di Era Digital. Kompas.Id.

Lembaga Alkitab Indonesia. (2017). Alkitab Edisi Studi (kedua). Lembaga Alkitab Indonesia.

Lizardo, J., & others. (2022). Refleksi Kehidupan Gereja Perdana dalam Praktik Gereja Virtual. EPIGRAPHE: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 6(2), 209–221.

Luther, G., & Supardi, S. (2025). Etika Digital Bagi Hamba Tuhan: Teladan Kristus di Dunia Maya. Proceeding National Conference of Christian Education and Theology, 3(2), 150–164.

Missa, R. (2020). Penggunaan Teknologi Komunikasi Digital Sebagai Tawaran Sarana Pelayanan Pastoral Di Tengah Pandemi Covid-19. Atma Reksa: Jurnal Pastoral Dan Kateketik, 5(1), 36–45.

Moniaga, R., Rengkung, Y. C., Kawatu, G. P., Ponggohong, J. M., & Talumepa, V. A. (2025). Liturgi Sebagai Jantung Iman: Menghidupi Misteri Allah Di Era Kontemporer. Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual, 4(2), 118–131.

Nadeak, S. M. J. K., & Tobing, J. L. P. (2026). IDENTITAS DIRI DAN PERGAULAN SEHAT BERDASARKAN IMAN KRISTEN. KALEO: Jurnal Penelitian Teologi Dan Pengabdian Masyarakat, 2(1), 76–99.

Orozco Idrobo, A. M. (2014). Is technology shaping our mobility lives? Sistemas y Telemática, 12(31), 9. https://doi.org/10.18046/syt.v12i31.1911

Pohagi, D., & Sutrisno, R. D. (2025). Gereja Virtual dan Komunitas Digital: Transformasi Iman dalam Ekosistem Media Sosial. Jurnal Ilmu Pendidikan Keagamaan Kristen: Arastamar, 1(4), 80–100.

Rahayu, M. P., & Arifianto, Y. A. (2026). Transformasi Partisipasi dan Pengalaman Spiritual Penyembahan Gereja di Era Digital: Analisis Teologis Pemanfaatan Media Sosial. MAWAR SARON: Jurnal Pendidikan Kristen Dan Gereja, 9(1), 35–53.

Sari, S. P., & Bermuli, J. E. (2021). Etika Kristen dalam Pendidikan Karakter dan Moral Siswa di Era Digital [Christian Ethics in Teaching Character and Moral for Students in the Digital Era]. Diligentia: Journal of Theology and Christian Education, 3(1), 46. https://doi.org/10.19166/dil.v3i1.2782

Sesa, K., Triwani, M., & Triwani, M. (2025). Teologi Kristen Sebagai Landasan Pembaruan Iman Dan Etika Dalam Mewujudkan Transformasi Pribadi, Gereja, Dan Kehidupan Sosial Masyarakat. Jurnal Teologi & Tafsir, 2(9), 1453.

Siahaan, R. (2025). Integrasi Teologi dan Pendidikan Kristen di Era Disrupsi. Jurnal Teologi Pondok Daud, 8(2).

Sinaga, B. A. (2025). Krisis Identitas Iman di Kalangan Mahasiswa Kristen “Tantangan bagi Pendidikan Agama Kristen di Era Digital.” CHARISMO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 4(1), 12–23.

Sitanggang, M. P. (2024). Menghadapi Ajaran Sesat Di Era Digital: Perspektif Teologi Kristen Dan Strategi Pendidikan Iman Untuk Menghadapi Konsekuensi Digitalisasi Pendahuluan. Epigraphe: Jurnal Teologi Dan Pelayanan Kristiani, 8(1), 8–9.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tanuwidjaja, S., & Udau, S. (2020). Iman Kristen Dan Kebudayaan. Jurnal Teologi Kontekstual Indonesia, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.46445/jtki.v1i1.299

Tupamahu, M. (2026). Pastoral Care and Counseling In The Disruptive Era: Tranformasi Pelayanan Gereja di Tengah Dinamika Sosial Digital. INOMATEC: Jurnal Inovasi Dan Kajian Multidisipliner Kontemporer, 1(04).

Wibowo, D. A. (2024). Kristen Progresif: Analisis Kritis Terhadap Penyimpangan Teologis Dalam Pemikiran Modern. Kaluteros, 6(2), 188–204.

Widiutomo, N. D. N., & Silalahi, F. H. M. (2024). Kontekstualisasi Injil dalam era postmodern melalui gereja digital. Crossroad Research Journal, 1(4), 169–189.




DOI: https://doi.org/10.59177/veritas.v8i2.503

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2026 Elisabeth Widi Cahyaningsih Nurheni, Suhadi Suhadi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

     

 

Alamat: Jln. Kyai Sono, No. 2, Kelurahan Genuk-Ungaran - Kabupaten Semarang, Prov. Jawa tengah

Publisher: Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Website: https://sttkn.ac.id/